Penyebab Diabetes Melitus Pada Masa Kehamilan

Sudah sering kita dengar bahwa penyakit diabetes melitus atau kencing manis tidak memandang usia ataupun jenis kelamin. Semua kelompok dan golongan manusia bisa terkena penyakit ini kapan saja. Termasuk juga wanita yang sedang hamil.

lalu apa Penyebab Diabetes Melitus Pada Masa Kehamilan ? Nah biasanya bila menyerang ibu yang sedang hamil dinamakan juga dengan diabetes gestasional. Apakah diabetes gestasional itu? Diabetes Gestasional adalah diabetes yang terjadi pada saat kehamilan oleh wanita. penyakit ini cukup sulit diidentifikasi karena pada awal awal kehamilan gula darah si ibu hamil mengalami penurunan akibat transfer glukosa dari ibu ke janin.

penyakit tersebut baru bisa diketahui saat saat tengah kehamilan sampai pasca melahirkan. Diabetes ini akan normal dengan sendirinya dalam kurun waktu kira kira 6 minggu setelah persalinan. Namun jika gula darah masih tidak normal setelah 6 minggu maka bukan gestasional lagi melainkan benar benar diabetes melitus. maka dari itu dari awal kami selalu memperingatkan akan timbulnya diabet tersebut dan waspada terhadap diabetes gestasional sangat perlu, baca kembali artikel kami mengenai kewaspadaan disini.

Penyebab Diabetes Melitus Pada Masa Kehamilan

Apa saja yang menyebabkan diabetes pada ibu hamil berikut ini dia beberapa penyebabnya.

· Kelainan Metabolisme Glukosa pada Ibu Hamil

Seperti yang anda tahu, diabetes memiliki ciri umum seperti di halaman kami berikut ini, tetapi jika saat kehamilan ditemukan tanda tanda kelainan pada gula darah dan tingkat toleransi si ibu hamil terhadap glukosa. Maka bisa jadi merupakan gejala gejala awal dari diabetes melitus gestasional. Kelainan pada metabolisme glukosa dalam tubuh si ibu hamil yang dituding menjadi penyebab dari diabetes melitus gestasional. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut lagi guna memastikan hal ini merupakan penyakit atau gejala kelainan biasa saja pada ibu hamil.

· Fungsi Kelenjar Pankreas yang Menurun

Jika tiba tiba kelenjar pankreas si ibu hamil menurun fungsinya maka menurun juga hasil produksi hormon insulinnya. Hal ini bisa jadi karena infeksi pada kelenjar pankreas atau kondisi autoimun yang menyerang sel beta pada pankreas. Dan pada beberapa kasus terjadi peradangan atau inflamasi pada pankreas yang menyebabkan fungsinya menurun.

· Kebiasaan Buruk saat Kehamilan

Kebiasaan buruk yang dilakukan saat kehamilan juga bisa memicu keanehan pada metabolisme gula darah ibu hamil dalam hal ini yang sering ditemukan adalah kebiasaan merokok dan minuman beralkohol. Hendaknya pada masa kehamilan si ibu hamil pandai pandai menjaga kesehatan ibu dan janin. kemudian usahan pula mengatur pola hidup dalam diet ibu hamil untuk menghindari diabetes dan mengobatinya. anda bisa menemukan berbagai solusi pencegahan di link tersebut.

· Akibat dari transfer glukosa ke dalam janin

Janin bayi juga memerlukan glukosa dalam pertumbuhannya. Ketika terjadi transfer glukosa dari sang ibu ke bayi maka bisa menimbulkan kelainan diabetes gestasional walau tidak semua ibu hamil akan mengalami diabetes gestasional ini. ingin tahu info lainnya mengenai diabet pada masa kehamilan? klik disini.

· Asupan gula terlalu banyak

Ibu hamil memang membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dari biasanya namun bukan berarti berlebihan juga. Jika konsumsi gula atau glukosa berlebihan maka bisa juga memicu terjadinya diabetes pada kehamilan.

anda juga bisa mendapatkan cara lainnya yang mudah tergantung dari aktivitas harian anda di artikel kami sebelumnya karena cara pengatasan semua jenis diabet dapat dilakukan dengan cara tradisional herbal dan juga ilmiah melalui kedokteran.

Diabetes pada kehamilan sebenarnya bukan penyakit yang permanen melainkan hanya sementara saja sampai kira kira 6 minggu paska kelahiran. Namun tetap sebagai ibu hamil harus tetap menjaga kondisi badan dan janin agar diabetes gestasional tadi tidak kemudian berubah menjadi diabetes melitus yang sifatnya permanen. setelah anda mengetahui Penyebab dan Ciri Diabetes Melitus Pada Masa Kehamilan disini semoga pengobatan bukan menjadi prioritas pertama anda namun pencegahanlah yang akan menjadi pilihan agar anak anda tidak sampai tertular nantinya. semoga bermanfaat terima kasih.